Tutorial Proximity Analysis Raster-based Tools Pada ArcGIS

Setelah kita mempelajari ilmu dasar tentang proximity analysis, sekarang kita akan mempelajari tentang cara menggunakannya pada software ArcGIS 10.6.1. Berikut adalah metode-metode yang akan kita bahas:

  1. Euclidean Distance, digunakan untuk menghitung jarak ke pusat setiap sel yang terdekat

    FINAL EDISTANCE 1
    Hasil dari Euclidean Distance
  2. Euclidean Allocation, digunakan untuk memberikan setiap sel identifier dari pusat setiap sel yang terdekat

    FINAL EALLOCATION 1
    Hasil dari Euclidean Allocation
  3. Euclidean Direction, digunakan untuk menghitung arah ke pusat masing2 sel yang terdekat

    FINAL EDIRECTION 1
    Hasil dari Euclidean Direction
  4. Cost Distance, digunakan untuk menghitung jarak ke pusat setiap sel yang terdekat, meminimalkan biaya yang ditentukan dalam biaya permukaan

    FINAL CDISTANCE
    Hasil dari Cost Distance
  5. Cost Allocation, digunakan untuk memberikan setiap sel pengindentifikasi dari pusat setiap sel yang terdekat, meminimalkan biaya yang ditentukan dalam biaya permukaan
  6. Cost Path, digunakan untuk menghitung biaya terendah jalan dari pusat ke tujuan, meminimalkan biaya yang ditentukan dalam biaya permukaan
  7. Cost Back Link, digunakan sebagai pengidentifikasi untuk setiap sel sel tetangga yang berada di jalur paling murah dari sumber ke tujuan, meminimalkan biaya yang ditentukan dalam biaya permukaan
  8. Path Distance, digunakan untuk menghitung jarak ke pusat sel, meminimalkan biaya horizontal secara spesifik dalam biaya permukaan, serta biaya berbasis-permukaan jarak permukaan dan kesulitan perjalanan vertikal yang ditentukan oleh raster medan dan parameter biaya vertikal

    FINAL PDISTANCE
    Hasil dari Path Distance
  9. Path Distance Allocation, digunakan untuk memberikan setiap sel pengindentifikasi dari pusat setiap sel yang terdekat, meminimalkan biaya horizontal secara spesifik dalam biaya permukaan, serta biaya berbasis-permukaan jarak permukaan dan kesulitan perjalanan vertikal yang ditentukan oleh raster medan dan parameter biaya vertikal
  10. Path Distance Back Link, digunakan untuk mengidentifikasi setiap sel yang bertetangga yang berada pada biaya perjalanan terendah dari pusat ke tujuan, meminimalkan biaya horizontal secara spesifik dalam biaya permukaan, serta biaya berbasis-permukaan jarak permukaan dan kesulitan perjalanan vertikal yang ditentukan oleh raster medan dan parameter biaya vertikal

    FINAL PBACKLINK
    Hasil dari Path Distance Back Link
  11. Corridor, digunakan untuk menghitung jumlah biaya gabungan untuk 2 biaya masukan jarak raster, sel dibawah memberikan nilai ambang menentukan suatu area, atau koridor, di antara sumber-sumber di mana dua biaya diminimalkan
  12. Surface Length, digunakan untuk menghitung jarak dari garis fitur sepanjang permukaan, memperhitungkan medannya

 

Pada kali ini akan ditunjukan tentang tata cara melakukan Proximity Analysis Raster-based Tools metode Euclidean Distance :

  1. Masukkan citra multi spektral dan srtmEDISTANCE 1
  2. Pada menu ArcToolbox, pilih Spatial Analyst Tools > Distance > Euclidean DistanceEDISTANCE 2
  3. isikan input raster atau features source data dengan data (raster atau vektor) yang anda inginkan, lalu OKEDISTANCE 3
  4. Berikut adalah hasil Euclidean Distance 

 

Pada kali ini akan ditunjukan tentang tata cara melakukan Proximity Analysis Raster-based Tools metode Euclidean Allocation :

  1. Masukkan citra multi spektral dan srtmEDISTANCE 1
  2. Pada menu ArcToolbox, pilih Spatial Analyst Tools > Distance > Euclidean AllocationEALLOCATION 1
  3. isikan input raster atau features source data dengan data (raster atau vektor) yang anda inginkan, lalu OKEALLOCATION 2
  4. Berikut adalah hasil Euclidean Allocation

 

Pada kali ini akan ditunjukan tentang tata cara melakukan Proximity Analysis Raster-based Tools metode Euclidean Direction :

  1. Masukkan citra multi spektral dan srtmEDISTANCE 1
  2. Pada menu ArcToolbox, pilih Spatial Analyst Tools > Distance > Euclidean DirectionEDIRECTION 1
  3. isikan input raster atau features source data dengan data (raster atau vektor) yang anda inginkan, lalu OKEDIRECTION 2
  4. Berikut adalah hasil dari Euclidean Direction

Pada kali ini akan ditunjukan tentang tata cara melakukan Proximity Analysis Raster-based Tools metode Cost Distance :

  1. Masukkan citra multi spektral, srtm, slope, dan reclassify slopeEDISTANCE 1
  2. Pada menu ArcToolbox, pilih Spatial Analyst Tools > Distance > Cost DistanceCDISTANCE 1
  3. isikan input raster atau features source data dengan data (raster atau vektor) yang anda inginkan dan isikan input cost raster dengan Reclass_Slop1, lalu OKCDISTANCE 2
  4. Berikut adalah hasil dari cost distance

     

Pada kali ini akan ditunjukan tentang tata cara melakukan Proximity Analysis Raster-based Tools metode Path Distance :

  1. Masukkan citra multi spektral, srtm, slope, dan reclassify slopeEDISTANCE 1
  2. Pada menu ArcToolbox, pilih Spatial Analyst Tools > Distance > Path DistancePDISTANCE 1
  3. isikan input raster atau features source data dengan data (raster atau vektor) yang anda inginkan, isikan input cost raster dengan Reclass_Slop1 dan isikan input surface raster dengan Slope_tif1, lalu OKPDISTANCE 2
  4. Berikut adalah hasil dari Path distance

     

Pada kali ini akan ditunjukan tentang tata cara melakukan Proximity Analysis Raster-based Tools metode Path Distance Back Link :

  1. Masukkan citra multi spektral, srtm, slope, dan reclassify slopeEDISTANCE 1
  2. Pada menu ArcToolbox, pilih Spatial Analyst Tools > Distance > Path Distance Back LinkPBACKLINK
  3. isikan input raster atau features source data dengan data (raster atau vektor) yang anda inginkan, isikan input cost raster dengan SRTM dan isikan input surface raster dengan hasil dari path distance, lalu OKPBACKLINK 1
  4. Berikut adalah hasil dari Path distance Back Link

Tutorial Proximity Analysis Feature-Based Tools pada ArcGIS

Setelah kita mempelajari ilmu dasar tentang proximity analysis, sekarang kita akan mempelajari tentang cara menggunakannya pada software ArcGIS 10.6.1. Berikut adalah metode-metode yang akan kita bahas:

  1. Buffer, digunakan untuk membuat fitur baru dengan batasan fitur pada jarak tertentu dari suatu fitur yang diinginkan

    FINAL BUFFER
    Hasil dari Metode Bufer
  2. Near, digunakan untuk menghitung jarak terdekat antar 2 fitur dengan cara menambahkan field pada atribut field

    FINAL NEAR
    Tabel Hasil Metode Near
  3. Select by Location, digunakan untuk memilih fitur dari kelas fitur yang dituju dengan jarak yang telah diberikan dari fitur yang diinput

    FINAL LOCATION
    Hasil dari Metode Select by Location
  4. Create Thiessen Polygons, digunakan untuk membuat poligon dari area yang terdekat pada setiap fitur untuk satu set fitur yang diinput

    FINAL THIESSEN
    Hasil dari Create Thuessen Polygons
  5. Make Closest Facility Layer, digunakan untuk menetapkan parameter analisis untuk mencari lokasi terdekat atau sekelompok lokasi pada pada sebuah jaringan ke lokasi yang lain

    FINAL NETWORK
    Hasil dari Clesest Facility Layer
  6. Make Service Area Layer, digunakan untuk menetapkan parameter analisis untuk mencari poligon yang menjelaskan area dengan jarak yang diberikan sepanjang jaringan di semua arah dari satu atau banyak lokasi

    FINAL SERVICE
    Hasil dari Make Service Area Layer
  7. Make Route Layer, digunakan untuk menetapkan parameter analisis untuk mencari jalan terdekat antara satu set titik

    FINAL ROUTE
    Hasil dari Metode Make Route Layer
  8. Make OD Cost Matrix Layer, digunakan untuk menentukan parameter analisis untuk membuat matriks dari jaringan jarak antara 2 set titik
    FINAL OD
    Hasil dari Metode Make OD Cost Matrix Layer

     

Pada kali ini peneliti ingin menggunakan metode Buffer untuk mengetahui jumlah bangunan yang ada disekitar tempat ibadah pada jarak 250m. Berikut adalah tata cara melakukan Proximity Analysis Feature-based Tools Metode Buffer pada ArcGIS 10.6.1 :

  1. Tampilkan SHP tutupan lahan, SHP sarana ibadah, dan SHP bangunan
  2. Pada menu ArcToolbox, pilih Analysis Tools > Proximity > BufferBUFFER 1
  3. Setelah muncul menu Buffer, isikan input features dengan shp yang anda ingin buffer (pada kali ini saya menggunakan sarana ibadah), lalu isikan nilai linear unit dengan satuannya sesuai yang anda inginkan (pada kali ini saya menggunakan nilai 250, dan meters sebagai satuannya), lalu OKBUFFER 2
  4. Berikut adalah hasil Buffer yang telah dilakukan

    FINAL BUFFER
    Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa terdapat 11 bangunan pada sekitar tempat ibadah tersebut

Pada kali ini peneliti ingin menggunakan metode Near untuk mengetahui jarak terdekat dari pendidikan FID 1 terhadap rumah sakit terdekat . Berikut adalah tata cara melakukan Proximity Analysis Feature-based Tools Metode Near pada ArcGIS 10.6.1 :

  1. Tampilkan SHP tutupan lahan, SHP Pendidikan, dan SHP Rumah sakit
  2. Buka atribute table dari SHP Pendidikan, lalu klik 2 kali pada FID 1NEAR 1
  3. Pada menu ArcToolbox, Pilih Analysis Tools > Proximity > NearNEAR 2
  4. Setelah muncul menu Near, isikan input features dengan shp yang anda ingin buffer (pada kali ini saya menggunakan pendidikan), lalu isikan near feature sesuai yang anda inginkan (pada kali ini saya menggunakan rumah sakit), lalu OKNEAR 3
  5. Hasil dari metode Near dapat dilihat dari atribute table dari SHP PendidikanNEAR 4
  6. Berikut adalah hasil Near yang telah dilakukan

    FINAL NEAR
    Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa jarak terdekat dari pendidikan FID 1 terhadap rumah sakit adalah 0.010152

Pada kali ini peneliti ingin menggunakan metode Select by Location untuk mengetahui bangunan yang berjarak 1 km dari rumah sakit FID 2 . Berikut adalah tata cara melakukan Proximity Analysis Feature-based Tools Metode Select by Location pada ArcGIS 10.6.1 :

  1. Tampilkan SHP tutupan lahan, SHP bangunan, dan SHP rumah sakit
  2. Buka atribute table dari SHP rumah sakit, lalu klik 2 kali pada FID 2LOCATION 3.JPG
  3. Pada menu ArcToolbox, Pilih Data Management Tools > Layer and Table Views > Select Layer by LocationLOCATION 1
  4. Setelah muncul menu Select Layer by Location, isikan input feature layer sesuai SHP yang anda inginkan (pada kali ini saya menggunakan bangunan), isikan Relationship dengan hubungan yang anda inginkan (pada kali ini saya menggunakan within a distance), isikan selecting features sesuai SHP yang kalian inginkan (pada kali ini saya menggunakan rumah sakit) dan isikan search distance sesuai jarak yang inginkan (pada kali ini saya menggunakan 1 km), lalu OKLOCATION 2
  5. Berikut adalah hasil Select by Location yang telah dilakukan
    FINAL LOCATION
    Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa kotak-kotak biru menunjukkan bangunan-bangunan yang berjarak 1km dari rumah sakit, dan bertanda (+) merah menunjukkan lokasi rumah sakit FID 2

     

Pada kali ini peneliti ingin menggunakan metode Create Thiessen Polygons untuk mengetahui daerah yang yang telah tercoveroleh terminal bus . Berikut adalah tata cara melakukan Proximity Analysis Feature-based Tools Metode Create Thiessen Polygons pada ArcGIS 10.6.1 :

  1. Tampilkan SHP tutupan lahan, SHP jalan, dan SHP terminal bus
  2. Pada menu ArcToolbox, pilih Analysis Tools > Proximity > Create Thiessen PolygonsTHIESSEN 1
  3. Setelah menu Create Thiessen Polygons muncul, isikan input features dengan fitur yang anda inginkan (pada kali ini saya menggunakan terminal bus), lalu OKTHIESSEN 2
  4. Berikut adalah hasil Create Thiessen Polygons yang telah dilakukan
    FINAL THIESSEN
    Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa setiap poligon memiliki arti sebagai kawasan terdekat dengan terminal bus didalamnya

     

Pada kali ini peneliti ingin menggunakan metode Make Closest Facility Layer untuk mengetahui rumah sakit sepanjang jalan. Berikut adalah tata cara melakukan Proximity Analysis Feature-based Tools Metode Make Closest Facility Layer pada ArcGIS 10.6.1 :

  1. Buatlah network dataset pada SHP jaringan jalan terlebih dahulu
  2. Klik kanan pada shp jaringan jalan yang berada di catalog, lalu klik New Network DatasetNETWORK 1
  3. Klik next hingga muncul pertanyaan “Do you want to establish driving directions setting  for this network dataset?”, lalu pilih No dan klik nextNETWORK 8
  4. Klik Finish > Yes > Close > YesNETWORK 12
  5. Maka hasilnya akan berbentu seperti iniNETWORK 13
  6. Setelah network dataset berhasil dibuat, Pilih Network Analysis Tools > Analysis > Make Closest Facility LayerNETWORK 14
  7. Setelah menu Make Closest Facility Layer muncul, pada kolom Input Analysis Network masukkan hasil network dataset yang baru dibuat, lalu OKNETWORK 15
  8. Setelah muncul hasilnya buka Network Analysis WindowNETWORK 17
  9. Klik kanan pada facilities lalu klik Load LocationNETWORK 18
  10. Pada kolom Load From pilih shp yang anda inginkan (pada kali ini saya menggunakan rumah sakit), lalu OKNETWORK 19
  11. Setelah selesai Klik SolveNETWORK 21
  12. Berikut adalah hasil Make Closest Facility Layer yang telah dilakukan
    FINAL NETWORK
    Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa bintang hijau adalah rumah sakit dan garis hitam dan ber titik adalah jaringan jalan yang dibuat dengan network dataset

     

Pada kali ini peneliti ingin menggunakan metode Make Service Area Layer untuk mengetahui area rumah sakit sepanjang jalan. Berikut adalah tata cara melakukan Proximity Analysis Feature-based Tools Metode Make Service Area Layer pada ArcGIS 10.6.1 :

  1. Pilih Network Analysis Tools > Analysis > Make Service Area LayerLOCATION.JPG
  2. Setelah menu Make Service Area Layer muncul, pada kolom Input Analysis Network masukkan hasil network dataset yang baru dibuat, lalu OKSERVICE 1
  3. Setelah muncul hasilnya buka Network Analysis WindowROUTE 5
  4. Klik kanan pada facilities lalu klik Load LocationSERVICE 4
  5. Pada kolom Load From pilih shp yang anda inginkan (pada kali ini saya menggunakan rumah sakit), lalu OKSERVICE 5
  6. Setelah selesai Klik SolveSERVICE 7
  7. Berikut adalah hasil Make Service Area Layer yang telah dilakukan
    FINAL SERVICE
    Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa tools ini hampir sama seperti Make Closest Facility Layer namun tools ini memberikan informasi area

     

Pada kali ini peneliti ingin menggunakan metode Make Route Layer untuk mengetahui rute tercepat dari rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Berikut adalah tata cara melakukan Proximity Analysis Feature-based Tools Metode Make Route Layer pada ArcGIS 10.6.1 :

  1. Pilih Network Analysis Tools > Analysis > Make Route LayerROUTE 1
  2. Setelah menu Make Route Layer muncul, pada kolom Input Analysis Network masukkan hasil network dataset yang baru dibuat, lalu OKROUTE 2
  3. Setelah muncul hasilnya buka Network Analysis WindowROUTE 5
  4. Klik kanan pada facilities lalu klik Load LocationROUTE 7
  5. Pada kolom Load From pilih shp yang anda inginkan (pada kali ini saya menggunakan rumah sakit), lalu OKROUTE 8
  6. Setelah selesai Klik SolveROUTE 10
  7. Berikut adalah hasil Make Route Layer yang telah dilakukan
    FINAL ROUTE
    Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa lingkaran biru menunjukan lokasi rumah sakit dan garih hijau menunjukkan rute yang akan ditempuh

     

Pada kali ini peneliti ingin menggunakan metode Make OD Cost Matrix Layer untuk mengetahui jarak antara sakit dan pendidikan pada semua tempat. Berikut adalah tata cara melakukan Proximity Analysis Feature-based Tools Metode Make OD Cost Matrix Layer pada ArcGIS 10.6.1 :

  1. Pilih Network Analysis Tools > Analysis > Make OD Cost Matrix LayerOD 1
  2. Setelah menu Make OD Cost Matrix Layer muncul, pada kolom Input Analysis Network masukkan hasil network dataset yang baru dibuat, lalu OKOD 2
  3. Setelah muncul hasilnya buka Network Analysis WindowOD 4
  4. Klik kanan pada facilities lalu klik Load Location pada OriginsOD 5
  5. Pada kolom Load From pilih shp yang anda inginkan (pada kali ini saya menggunakan rumah sakit), lalu OKOD 6
  6. Klik kanan pada facilities lalu klik Load Location pada DestinationsOD 8
  7. Pada kolom Load From pilih shp yang anda inginkan (pada kali ini saya menggunakan pendidikan), lalu OKOD 9
  8. Setelah selesai Klik SolveOD 11
  9. Berikut adalah hasil Make OD Cost Matrix Layer yang telah dilakukan

    FINAL OD
    Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa tools ini membantu membentuk jaringan antara shp rumah sakit dan shp pendidikan dan diketahui jaraknya, hal ini ditujukan apabila ada murid yang sakit maka guru dapat mengetahui rumah sakit mana yang terdekat dari sekolah

Proximity Analysis

Proximity analysis adalah teknik analitik yang digunakan untuk menentukan hubungan antara titik yang dipilih dan tetangganya. Selain itu proximity analysis adalah studi yang menggunakan kecerdasan lokasi menggunakan perangkat lunak pemetaan untuk menghitung jarak, misalnya jarak antara rumah pelanggan terhadap lokasi toko dan jarak antara rumah terhadap sekolah.

Proximity analysis dapat digunakan untuk sebagai tool dalam analisis demografi dan infrastruktur yang nantinya dapat membantu penentuan lokasi mana yang strategis untuk dibangun toko. Hal tersebut ditunjukkan dalam gambar berikut ini :

Ilustrasi Analisis Demografi.png
Ilustrasi Analisis Demografi dan Infrastruktur

Pada gambar diatas dijelaskan bahwa kotak merah diumpamakan sebagai kawasan pemukiman dan lingkaran kuning sebagai lokasi rencana pembangunan toko. Dari analisis demografi kita dapat mengetahui jumlah penduduk yang tinggal pada suatu daerah. Pada case ini dibuat kan model bahwa gambar A adalah toko yang dibangun di perumahan dan pada gambar B toko dibangun di sebuah apartemen. Dari data demografi kita mengetahui bahwa sebagian rumah pada gambar A tidak berpenghuni. Misalkan jumlah penduduknya tiap rumah pada gambar A berisi 4-5 orang yang berarti total warganya adalah 44-55 orang sedangkan pada gambar B apartemen kemungkinan berisi 200 orang lebih . Dari hasil analisa tersebut kita dapat mengetahui bahwa gambar B lebih berpotensi untuk dibangun toko

Proximity Tools dapat dibagi menjadi 2 kategori bergantung pada tipe input yang digunakan, yaitu raster dan feature (vektor).

  1. The feature-based tools memiliki berbagai macam keluaran, sebagai contoh adalah Buffer. Buffer adalah tool yang dapat digunakan untuk memberikan batasan pada sebuah titik atapun garis. Adapun tools yang dapat digunakan selain Buffer adalah sebagai berikut:
    1. Near,
    2. Select by Location,
    3. Create Thiessen Polygons,
    4. Network Distance Tools (Make Closest Facility Layer, Make Service Area Layer, Make Route Layer, Make OD Cost Matrix Layer).

      BUFFER
      Contoh Feature-Based Tools Metode Buffer
  2. The rasted-based memiliki berbagai macam kegunaan, sebagi contoh adalah euclidean distance tools. Euclidean distance tools dapat digunakan untuk mengukur jarak garis lurus dari pusat sel 1 ke pusat sel lainnya. Selain mengukur jaraknya euclidean distance tools juga dapat  menghitung setiap arah sel. Adapun tools yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:
    1. Euclidean Distance
    2. Euclidean Allocation
    3. Euclidean Direction
    4. Cost Distance
    5. Cost Allocation
    6. Cost Path
    7. Cost Back Link
    8. Path Distance
    9. Path Distance Allocation
    10. Path Distance Back Link
    11. Corridor
    12. Surface Length

Tutorial Instal ArcGIS dengan Evacode

Pada sesi kali ini saya akan membahas tentang tata cara menginstall software ArcGIS 10.6.1 dengan kode student trial. Berikut adalah tahapan-tahapannya :

  1. Install Microsoft .NET Framework 4.5 dan C++ apabila belum terinstall
  2. Klik software ArcGIS 10.6.1
  3. Pastikan lokasi penyimpanan software ArcGIS anda sesuai yang anda inginkan lalu klik next
  4. Ketika muncul jendela unpacking files, tunggu hingga selesai
  5. Klik next hingga muncul tampilan Master Agreement seperti dibawah ini, klik next
  6. Pilih complete lalu klik next
  7. Tentukan lokasi folder penyimpanan anda lalu next
  8. Muncul tampilan Phyton Destination Folder lalu tentukan lokasi folder penyimpanan yang anda inginkan, lalu klik next
  9. Klik install
  10. Tunggu hingga proses selesai lalu klik Finish

Setelah anda berhasil menginstall ArcGIS 10.6.1, lalu lakukan step-step dibawah ini untuk mengaktivasi ArcGIS 10.6.1 dengan Evacode :

  1. Buka ArcGIS Administrator SS3
  2. Setelah muncul tampilan berikut, pilih Advanced (ArcInfo) Single UseSS4
  3. Klik Authorize Now
  4. Pilih I have installed my software and need to authorize it lalu klik nextSS5
  5. Pilih Authorize with Esri now using the internet lalu klik nextSS6
  6. Isi Biodata anda lalu nextSS7
  7. Pilih sesuai tampilan berikut lalu nextSS8
  8. Isi Evacode anda untuk mengaktifkan ArcGIS 10.6.1SS9
  9. Selesai

Pan Sharpening Menggunakan Software ArcGIS dan Envi

Pada sesi sebelumnya saya telah membahas tentang apa itu pan sharpening ?, namun kita tidak akan faham tentang pan sharpening apabila anda belum mencobanya sendiri. Pada sesi ini nantinya akan dibahas tata cara melakukan pan sharpening atau panchromatic sharpening menggunakan software ArcGIS 10.6.1 dan Envi Classic 5.2. Dalam uji coba pan sharpening kali ini saya menggunakan citra landsat 8 wilayah Pulau Lombok yang dapat didownload pada https://earthexplorer.usgs.gov/.

Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan memuat citra mengunakan software Envi Classic 5.2 :

  1. Ekstrak citra yang telah didownload pada link tersebut dalam sebuah folder baru dengan klik kanan pada file citra yang telah didownload > pilih extract to LC08_…. > tunggu proses ekstraksi selesai
  2. Buka software Envi Classic 5.2
  3. Klik File
  4. Open Image File
  5. Pilih pada file citra band 2, 3 ,4
  6. Lalu klik OK
  7. Klik RGB Color
  8. Pilih band 4 untuk R, band 3 untuk G, band 2 untuk B
  9. Buat display baru dengan cara klik no display, lalu new display
  10. Setelah muncul klik Load RGB
  11. Hasil nya adalah sebagai berikut:

Load image.JPG

Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan layer stacking menggunakan software Envi Classic 5.2 :

  1. Klik basic tools pada menu toolbar
  2. Pilih layer stacking
  3. Klik import file
  4. Pilih 3 file yang menunjukkan band 4, 3 dan 2
  5. atur konfigurasi sesuai citra yang anda gunakan
  6. Klik choose pada bagian enter output filename, lalu simpan dengan nama sesuai yang diinginkan
  7. Lalu OK

Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan pan sharpening metode HSV menggunakan software Envi Classic 5.2 :

  1. Klik transform
  2. Pilih image sharpening
  3. Lalu pilih HSV
  4. Klik #Display 1 sebagai input for color band lalu OK
  5. Pilih Band 8 sebagai high resolution input file
  6. Pada bagian resampling pilih sesuai kebutuhan anda
  7. Klik choose pada bagian enter output filename, lalu simpan dengan nama sesuai yang diinginkan
  8. Lalu OK
  9. berikut adalah hasil pan sharpening metode HSV dengan perbandingan ketiga resampling yang tersedia :

Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan pan sharpening metode Brovey Transformation menggunakan software Envi Classic 5.2 :

  1. Klik transform
  2. Pilih image sharpening
  3. Lalu pilih color normalized (brovey)
  4. Klik #Display 1 sebagai input for color band lalu OK
  5. Pilih Band 8 sebagai high resolution input file
  6. Pada bagian resampling pilih sesuai kebutuhan anda
  7. Klik choose pada bagian enter output filename, lalu simpan dengan nama sesuai yang diinginkan
  8. Lalu OK
  9. berikut adalah hasil pan sharpening metode Brovey Transformation dengan perbandingan ketiga resampling yang tersedia :

Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan pan sharpening metode Gram-Schmidt Spectral Transformation menggunakan software Envi Classic 5.2 :

  1. Klik transform
  2. Pilih image sharpening
  3. Lalu pilih Gram-Schmidt Spectral Transformation
  4. Pilih file hasil layer stacking yang telah anda lakukan sebagai low spatial resolution multi band input file
  5. Pilih band 8 sebagai high spatial resolution pan input band
  6. Pilih Average of Low Resolution Multispectral File
  7. Pada bagian resampling pilih sesuai kebutuhan anda
  8. Klik choose pada bagian enter output filename, lalu simpan dengan nama sesuai yang diinginkan
  9. Lalu OK
  10. berikut adalah hasil pan sharpening metode Gram-Schmidt Spectral Transformation dengan perbandingan ketiga resampling yang tersedia :

Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan pan sharpening menggunakan software ArcGIS 10.6.1 :

  1. Input citra multi spektral dengan cara buka catalog > pilih citra multi spektral > drag pada workspace ArcGIS
  2. Klik ArcToolbox > pilih data management tools > pilih raster > pilih raster processing > pilih create pan-sharpened raster dataset
  3. Masukkan citra multi spektral sebagai input rasternya
  4. Tuliskan lokasi serta nama file hasil pan sharpening pada kolom output raster dataset
  5. Pilih citra landsat band 8 sebagai panchromatic image
  6. Pilih metode pada kolom pan-sharpening type
  7. Apabila anda menggunakan metode Esri maka isi kolom weight dengan nilai weight average (WA) sesuai citra apa yang digunakan, sebagai contoh citra Landsat 8 memiliki WA (RGB NIR) 0.35, 0.45, 0.15, 0.05
  8. Apabila anda menggunakan citra lain maka WA (RGB NIR) : GeoEye (0.6, 0.85, 0.75 0.3),  IKONOS (0.85, 0.65, 0.35, 0.9), QuickBird (0.85, 0.7, 0.35, 1.0), WorldView-2 (0.95, 0.7, 0.5, 1.0)
  9. Apabila anda menggunakan metode lainnya silahkan lanjut menekan OK

Berikut adalah perbandingan ke 5 metode yang telah dilakukan menggunakan software ArcGIS 10.6.1 :

Pan Sharpening

Pan Sharpening atau biasa disebut Panchromatic Sharpening adalah metode fusi citra data pankromatik yang memiliki resolusi spasial yang lebih tinggi namun hitam putih (greyscale) dengan data multispektral yang memiliki resolusi spasial yang lebih rendah namun berwarna. Pan sharpening bertujuan untuk menghasilkan citra multispektral yang berwarna dan memiliki resolusi spasial yang tinggi.

QuickBird.png

Dari serangkaian gambar diatas dapat digolongkan menjadi 3 bagian, bagian kiri adalah data pankromatik dari satelit QuickBird, bagian tengah adalah data multispektral dari satelit Quickbird, dan pada bagian kanan adalah hasil dari pan sharpening. Pada bagian kiri, data pankromatik memiliki resolusi spasial yang tinggi namun memiliki warna hitam putih. Pada bagian tengah, data multi spektral memiliki resolusi spasial yang lebih rendah namun memiliki warna. Pada bagian kanan, gambar tersebut menunjukan hasil dari pan sharpening yang berarti data multi spektral yang memiliki reoslusi spasial yang tinggi.

Pan sharpening memiliki berbagai macam metode, namun kali ini saya akan membahas 5 metode yang biasa digunakan, yaitu:

Brovey Transformation

Berdasarkan pemodelan spektral dan dikembangkan untuk meningkatkan kontras visual pada data histogram.

DNF = (P-IW*I)/(RW*R+GW*G+BW*B)

R_out = R*DNF

G_out = G*DNF

B_out = B*DNF

NIR_out = I*DNF

============================================================================

P = Citra Pankromatik

R = Band Merah

G = Band Hijau

B = Band Biru

I = Near Infrared

W = Weight

Intensity-Hue-Saturation (IHS)

a2_b12

Metode ini dapat dilakukan dengan mengkonversi citra multispektral dari RGB ke IHS. Selanjutnya intensitas yang memiliki resolusi rendah digantikan dengan cintra pankromatik yang memiliki resolusi tinggi. Setelah itu citra ditransformasi kembali dari IHS ke RGB dalam bentuk resolusi yang lebih tinggi.

Esri Pan Sharpening Transformation

Metode ini dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan adjustment value (ADJ) pada rata-rata berbobot, lalu setelah mendapatkan hasilnya digunakan untuk memperoleh band merah, hijau, biru yang memiliki resolusi spasial lebih tinggi.

ADJ = citra pankromatik – WA

R_out = R+ADJ

G_out = G+ADJ

B_out = B+ADJ

NIR_out = I+ADJ

============================================================================

WA (RGB NIR)

GeoEye = 0.6, 0.85, 0.75, 0.3

IKONOS = 0.85, 0.65, 0.35, 0.9

QuickBird = 0.85, 0.7, 0.35, 1.0

Landsat 8 = 0.15, 0.45, 0.35, 0.05 (BGR NIR)

Simple Mean Transformation

Metode ini dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan persamaan rata-rata sederhana pada masing-masing kombinasi band keluaran.

R_out = 0.5*(R_in+Pan_in)

G_out = 0.5*(G_in+Pan_in)

B_out = 0.5*(B_in+Pan_in)

Gram-Schmidt Spectral Sharpening Method

Metode ini berdasarkan algoritma untuk vektor orthogonal. Metode ini dapat digunakan pada software ENVI. Pada gambar dibawah ini, akan ditunjukkan bagaimana algoritma untuk vektor orthogonal tersebut.

pic_14

Dari kelima metode yang telah disebutkan, metode pan sharpening terbaik adalah Gram-Schmidt Spectral Sharpening Method