Pada sesi kali ini penulis akan memanfaatkan data kontur yang telah kita buat pada post pembuatan kontur. Berikut adalah tutorial pembuatan Fishnet menggunakan software ArcGIS:
- Munculkan citra DEM-SRTM dan Kontur yang telah dibuat

- Pada Table of Content, klik kanan pada citra DEM-SRTM lalu pilih Properties > Symbology > atur Display Background Value : 0 dan ubah warnanya menjadi Hitam

- Pada ArcToolbox pilih Data Management Tools > Sampling > Create Fishnet

- Pada jendela Create Fishnet, pilih lokasi penyimpanan anda >pada kolom Template Extent (optional) pilih same as layer DEM.dat > isikan Number of Rows dan Number of Coloums sesuai yang anda inginkan (dalam kasus ini penulis menggunakan 50 pada keduanya), lalu OK

- Berikut adalah hasil dari Fishnet

- Pada ArcToolbox pilih Spatial Analyst Tools > Extraction > Extract Multi Values to Points

- Pada jendela Extract Multi Values to Points, pilih hasil Fishnet_label anda untuk input point features > pilih DEM.dat untuk input raster lalu OK

- Berikut adalah hasil Extract Multi Values to Points dapat dilihat pada Open Attribute Table pada Fishnet_label

- Selanjutnya Start Editing dan hapus semua nilai ketinggian 0 untuk menghilangkan Fishnet diluar pulau lalu save editing

- Berikut adalah hasil dari Editing pada Fishnet :

Berikut ini adalah tutorial pembuatan TIN menggunakan software ArcGIS :
- Pada menu ArcToolbox pilih 3D Analyst Tools > Data Management > Tin > Create TIN

- Pada jendela Create TIN, pilih lokasi penyimpanan anda > Pilih sistem koordinat yang anda gunakan (dalam kasus ini penulis menggunakan GCS_WGS_84 karena penulis ini menyamakan sistem koordinat dengan data DEM) > masukkan data kontur pada Input Feature Class (optional) lalu OK

- berikut adalah hasil dari TIN menggunakan software ArcGIS :

Berikut ini adalah tutorial pembuatan Kriging menggunakan tools Geostatistical Analyst pada software ArcGIS :
- Klik kiri pada Customize > Toolbars > Geostatistical Analyst

- Letakkan tools Geostatistical Analyst sesuai keinginan anda > klik kiri pada Geostatistical Analyst > pilih Geostatistical Wizard

- Pada Jendela Geostatistical Wizard lihat pada Geostatistical Methods > Kriging / CoKriging > isi data field dengan DEM.dat lalu next

- Pada step 2 of 5 pilih Ordinary pada Kriging Type dan Prediction pada Output Surface Type lalu next

- Pada step 3 of 5 lihat pada General > Variable diganti Covariance > lihat pada Model Nugget > Enable diganti True > Calculate Nugget > True > lihat pada Model #1 > Type diganti Spherical > Anisotropy diganti True > Calculate Partial Sill diganti True > lihat pada View Settings > Show search direction diganti True > Show all lines diganti True > next

- Pada step 4 of 5 langsung saja klik next

- Pada step 5 of 5 langsung saja klik next

- Setelah mengisi kelima step tadi maka akan muncul Method Report yang berisikan tentang ringkasan dari pengaturan yang telah kita lakukan, apabila telah sesuai klik OK

- Berikut adalah hasil dari Kriging menggunakan tools Geostatistical Analyst pada software ArcGIS :

Berikut adalah tutorial pembuatan Hillshade menggunakan software ArcGIS :
- Pada menu ArcToolbox pilih 3D Analyst Tools > Raster Surface > Hillshade

- Pada jendela Hillshade > isikan DEM.dat pada input raster > simpan sesuai keinginan anda (apabila terjadi kegagalan maka pindah lokasi penyimpanan anda) > OK

- Berikut adalah hasil dari Hillshade menggunakan software ArcGIS :

Berikut adalah tutorial pembuatan Slope menggunakan software ArcGIS
- Pada menu ArcToolbox pilih 3D Analyst Tools > Raster Surface > Slope

- Pada jendela Slope > isikan DEM.dat pada input raster > simpan sesuai keinginan anda (apabila terjadi kegagalan maka pindah lokasi penyimpanan anda) > isikan PERCENT_RISE pada Output Measurement (optional) > OK

- Berikut adalah hasil dari Slope menggunakan software ArcGIS :

Berikut adalah contoh pembuatan tampilan 3D menggunakan data Hillshade yang telah kita buat caranya adalah pada Table of Content > klik kanan pada layer Hillshade > Properties > Display > atur transparancy menjadi 60% >Apply > OK

Pastikan layer Hillshade diatas layer DEM, Slope, Kriging dan TIN > nyalakan hanya 2 kombinasi Layer (Hillshade + DEM, Hillshade + Slope, Hillshade + Kriging dan Hillshade + TIN). Sebagai hasilnya akan ditunjukkan pada puncak Gunung Rinjani tepatnya pada Danau Segara Anak seperti gambar-gambar dibawah ini :


