Pada sesi kali ini akan dibahas tentang pembuatan kontur otomatis menggunakan DEM-SRTM yang telah di download pada USGS. DEM-SRTM tersebut memiliki resolusi sebesar 30 meter. Selain dapat menggunakan DEM-SRTM milik USGS kita juga dapat menggunakan DEMNAS yang dapat kita download pada DEMNAS-BIG. DEMNAS adalah data DEM yang dimiliki oleh BIG dengan beberapa sumber data mulai dari IFSAR yang memiliki resolusi 5 m, Terrasar X yang memiliki resolusi 5 m dan ALOS PALSAR yang memiliki resolusi 11.25 m. Untuk info lebih lengkap mengenai DEMNAS dapat anda akses pada DEMNAS-BIG. Sebelum kita mencoba membuat kontur dari DEM-SRTM, mari kita pelajari terlebih dahulu apa itu DEM, DTM, DSM.
- DEM (Digital Elevation Model)
DEM adalah data digital yang menggambarkan geometri dari bentuk permukaan bumi atau bagiannya yang terdiri dari himpunan titik-titik koordinat hasil sampling dari permukaan dengan algoritma yang mendefinisikan permukaan tersebut menggunakan himpunan koordinat (Tempfli, 1991).
DEM merupakan suatu sistem, model, metode, dan alat dalam mengumpulkan, prosessing, dan penyajian informasi medan. Susunan nilai-nilai digital yang mewakili distribusi spasial dari karakteristik medan, distribusi spasial di wakili oleh nilai sistem koordinat horisontal X Y dan karakteristik medan diwakili oleh ketinggian medan dalam sistem koordinat Z (Frederic J. Doyle, 1991).
DEM khususnya digunakan untuk menggambarkan relief medan. Gambaran model relief rupabumi tiga dimensi (3 dimensi yang menyerupai keadaan sebenarnya di dunia nyata (real world) divisualisaikan dengan bantuan teknologi komputer grafis dan teknologi virtual reality (Mogal, 1993).

DEM dapat diekstrak datanya untuk menampilkan perspektif 3D, kontur, kelas elevasi, profil, efek bayangan (hillshading), kemiringan lereng (slope), aspek permukaan, galian-timbunan, dll. DEM dapat digunakan untuk analisis medan (topografi), koreksi citra radar karena pengaruh layover pada medan perbukitan, dan visualisasi untuk penggambaran medan.
- DTM (Digital Terrain Model)
DTM adalah singkatan dari Digital Terrain Model atau bentuk digital dari terrain (permukaan tanah, tidak termasuk objek diatasnya) DTM menampilkan data yang lebih lengkap dari DEM. DTM digambarkan sebagai tiga representasi dimensi permukaan medan yang terdiri dari X,Y, Z koordinat disimpan dalam bentuk digital yang tidak hanya mencakup ketinggian dan elevasi unsur – unsur geografis lainnya dan fitur alami seperti sungai, jalur punggungan, dll DTM secara efektif DEM yang telah ditambah dengan unsur-unsur seperti breaklines dan pengamatan selain data asli untuk mengoreksi artefak yang dihasilkan dengan hanya menggunakan data asli. Dengan meningkatnya penggunaan komputer dalam rekayasa dan pengembangan cepat tiga dimensi grafis komputer DTM menjadi alat yang ampuh untuk sejumlah besar aplikasi di bumi dan ilmu teknik.
- DSM (Digital Surface Model)
DSM adalah digital surface model atau dapat diartikan sebagai model permukaan digital. DSM juga merupakan model elevasi yang menampilkan ketinggian permukaan, jika DTM hanya menampilkan ground (permukaan tanah tanpa apapun yang diatasnya) maka DSM menampilkan bentuk permukaan apapun yang ada seperti ketinggian pohon, bangunan dan objek apapun yang ada diatas tanah.

- SRTM (Shuttle Radar Topography Mission)
SRTM adalah sebuah citra yang memiliki data elevasi resolusi tinggi merepresentasikan topografi bumi dengan cakupan global (80% luasan dunia). Data SRTM adalah data elevasi muka bumi yang dihasilkan dari satelit yang diluncurkan NASA. Data ini dapat digunakan untuk melengkapi informasi ketinggian dari produk peta 2D, seperti kontur dan profil. Ketelitian ini dapat mencapai 15 m dan berguna untuk pemetaan skala menengah sampai skala tinggi (Lili somantri). SRTM 30 meter dapat kita download secara gratis dan dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan ketinggian dengan sangat baik, misal membuat slope, kontur, TIN, aspec, flow accumulation, sungai, DAS dan lain-lain.

Setelah mempelajari dasar ilmu DEM, DEMNAS, DSM, DTM dan SRTM sekarang kita akan memulai untuk membuat kontur menggunakan data DEM-SRTM 30 menggunakan software ENVI dan dilanjutkan oleh ArcGIS dalam pembuatan konturnya.
Berikut adalah tahapan untuk melakukan percobaan ini :
- Buka citra DEM-SRTM yang telah anda download pada software ENVI, (dalam kasus ini penulis menggunakan 2 citra DEM SRTM yang bersebelahan karena lokasi yang menjadi subjek penulis berada di 2 citra DEM-SRTM yang berbeda sehingga perlu disatukan terlebih dahulu kedua citra tersebut) apabila anda tidak mengalami masalah tersebut anda bisa langsung lewati hingga nomor 9

- Pada menu Toolbox tuliskan Mosaicking, lalu pilih Pixel Based Mosaicking

- Klik import > import file

- Pilih 2 citra SRTM yang bersebelahan tersebut dengan cara tahan shift lalu klik kiri pada citra 1 lalu klik kiri lagi pada citra 2, lalu OK

- Setelah muncul jendela berikut, isikan mosaic Xsize dengan 7202 dan mosaic Ysize 3601, lalu OK

- Sesuaikan posisi citra dengan cara tahan klik kiri pada salah satu citra lalu ditarik ke kanan sehingga terbentuk sesuai yang diinginkan

- Jika sudah sesuai, klik File > Apply > Simpan sesuai keinginan > OK

- Hasilnya adalah sebagai berikut :

- Masukkan vektor batas wilayah/ batas administrasi/ garis pantai (dalam kasus ini penulis menggunakan garis pantai) sehingga berpotongan dengan citra SRTM tersebut

- Buat ROI dengan cara klik File > New > Region of Interest

- Setelah muncul jendela berikut Klik File > Import

- Pada bagian Select Input File pilih vektor yang anda gunakan lalu OK

- Setelah terbentuk ROI pada citra SRTM anda, selanjutnya pada menu Toolbox tuliskan Subset Data dan pilih Subset Data from ROIs

- Pilih citra SRTM anda (dalam kasus ini penulis menggunakan citra yang penulis telah gabungkan pada tahap-tahap awal) lalu OK

- Pada jendela Spatial Subset via ROI Parameter, pilih ROI yang telah anda buat > ubah Mask pixel output of ROI menjadi Yes > Simpan sesuai keinginan > OK

- Hasilnya adalah sebagai berikut

- Buka software ArcGIS dan Inputkan hasil Subset ROI yang telah dilakukan sebelumnya, lalu pada menu ArcToolbox > 3D Analyst Tools > Raster Surface > Contour

- Pada bagian input, isikan hasil Subset ROI anda, lalu pilih lokasi penyimpanan anda dan isikan Contour Interval sesuai kebutuhan anda (dalam kasus ini penulis melakukan percobaan dengan Contour Interval 15 dan 30) lalu OKCon

Contour Interval 15m 
Contour Interval 30m - Berikut adalah kontur yang dihasilkan :